Selain Obesitas, Makan Hamburger Ternyata Bisa Membuat Bodoh

hamburger sebab obesitas

Hamburger merupakan makanan cepat saji dan sudah menjadi rahasia umum jika didalam hamburger mengadung banyak kolestrol yang membuat obesitas pada tubuh.

Ternyata bukan hanya itu saja, baru – baru ini University of Western Australia dan Telethon Kids Institute melakukan penelitian terhadap anak – anak usia 14 – 17 tahun dinegara – negara Barat. Disimpulkan bahwa ternyata mengkonsumsi hamburger bisa mempengaruhi kemampuan kognitif yang sangat buruk.

Penelitian tersebut mendapati mereka yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji seperti kentang goreng, daging merah dan daging olahan, serta minuman ringan bersoda mempunyai asosiasi negatif yang mempengaruhi reaksi terhadap kemampuan mental, perhatian visual, memori dan kemampuan belajar mereka. Sementara mereka yang lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran hijau memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik.

Komposisi hamburger sendiri sebagian besar berasal dari daging sapi asap atau ham yang berada di tengah roti. Daging sapi sendiri biasanya diberi ukuran persen pada ketebalan daging dan lemaknya, contohnya 75% lean / 25% fat, artinya daging sapi tersebut memiliki 75% ketebalan daging dan 25 miligram kolesterol per ons-nya.

Rata – rata pada hamburger, daging sapi yang digunakan umumnya memiliki ketebalan daging 75%, 85%, dan 90%. Jika Anda mendapatkan burger dengan ketebalan daging 85% dan 90%, masing-masing mengandung sekitar 24 mg dan 23 mg kolesterol per ons.

Selain ketebalan, berat daging ternyata juga mempengaruhi kadar kolesterol dalam hamburger. Semakin berat daging, semakin besar kolesterol yang akan Anda peroleh dari burger tersebut. Sebuah burger yang dibuat dengan ham yang memiliki ketebalan daging 75% dan berat 1/4 pound memiliki 100 mg kolesterol. JMaka, ika berat ham dua kali lipatnya, maka Anda mengonsumsi 200 mg kolesterol dari satu hamburger saja.

Itu belum ditambah dari keju yang juga terdapat dalam hamburger. Keju Amerika umumnya mengandung 18 mg kolesterol per ons, sementara keju cheddar lebih tinggi lagi lemaknya, yaitu 29 mg per ons. Sebuah irisan keju dalam burger rata-rata memiliki berat 1 ons.

Dengan menambahkan seiris keju cheddar dalam burger dapat meningkatkan kadar kolesterol sampai 58 mg dalam tubuh Anda. Itu berarti kadar kolesterol yang mungkin Anda dapatkan dari sebuah hamburger dengan ekstra ham dan keju cheddar jika ditital bisa mencapai 258 mg.

Dr Anett Nyaradi, seorang peneliti makanan menyebut menurunnya kemampuan kognitif pada anak – anak tersebut terjadi karena adanya peningkatan kandungan mikronutrien dari sayuran hijau yang berkaitan dengan perkembangan kognitif.

Penelitian ini melibatkan 602 remaja dari Western Australian Pregnancy Cohort Study. Selama proses penelitian, para remaja diminta mengisi kuesioner dan diamati pola makannya sehari-hari.

Lukman al-Hakim

Dr Nyaradi juga menyebut ada beberapa faktor lain yang berperan dalam penurunan kemampuan kognitif seseorang, diantaranya tingkat omega-6 asam lemak dalam makanan yang digoreng dan daging mentah. Asupan lemak dan karbohidrat dalam jumlah tinggi berhubungan dengan fungsi hippocampus, yang merupakan struktur otak terpusat yang berhubungan dalam pembelajaran dan memori yang terus meningkat di masa remaja.

Temuan kasus jenis asupan yang baru baru ini, semakin menguatkan ilmu pengetahuan masa lampau yang menurut kita jauh tertinggal. Problem asupan ini sudah jauh diabadikan sebelum temuan para peneliti ada, misalnya saja terbungkus dan diabadikan dari pada yang para ulama dahulu sampaikan;

Kata Lukman al-Hakim:

“Jika perut dipenuhi dengan makanan, fikiran akan tertidur, jauh daripada hikmah dan anggota badan akan malas diajak beribadat.”

Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu lebih baiknya bila diberikan kepada anjing sahaja.

Bobby Afif
Bobby Afif
25/02/91, S.Kom, Twitter : @bobbyafif, Phone : 085694523971, Depok.

Comments are closed.