Mengukur Resiko Investasi Deposito Dan P2P Lending, Mana Yang Lebih Aman?

resiko investasi deposito dan p2p lending

resiko investasi deposito dan p2p lending mana yang lebih untung

Ada beragam produk investasi, kali kini kita akan mengukur resiko investasi deposito disandingkan dengan P2P lending sebagai wakil dari investasi yang sedang kekinian.

Mengukur resiko investasi merupakan bagian penting yang perlu kita pertimbangkan sebelum investor menanamkan modalnya. Hal ini karena ketika orang melakukan investasi tentu untuk mendapatkan keuntungan, sementara resiko investasi adalah tantangannya. 

Ada beragam produk investasi, salah satu yang paling populer adalah dengan melakukan investasi deposito. Meski demikian, tidak banyak yang tau ada cara berinvestasi lain yang tidak kalah menguntungkan, yaitu dengan peer to peer (P2P) lending.

Berikut mari kita paparkan perbandingan investasi deposito dengan P2P lending:

Investasi Menguntungkan di P2P Lending

Investasi Peer to peer (P2P) lending adalah platform yang mempertemukan para pemberi pinjaman (investor) dengan para pencari pinjaman (borrower) dalam satu wadah mirip dengan tokopedia dan bukalapak.

Meskipun saat ini masih minim yang berada di sektor investasi ini, cara berinvestasi dengan platform peer to peer (P2P) lending merupakan contoh inovasi keuangan di indonesia yang tergolong minim rasio dalam resiko investasinya.

Kenapa bisa minim resiko investasi?

Karena perusahaan yang menawarkan jasa platform P2P lending telah melakukan penyeleksian dan menganalisis para Borrower.

ngak heran, kalau perusahaan jasa P2P lending seperti Amartha.com dapat membantu investor merasa lebih nyaman berinvestasi dengan produk keuangan tersebut.

Selain faktor kenyamanan, Amartha.com juga memberikan keamanan berinvestasi di marketplace lending miliknya.

investasi perorangan

Dengan portofolio total dana yang tersalurkan sebanyak 30 milyar lebih, kepada 23 ribuan anggotanya. Sejauh ini belum pernah tercatat adanya status gagal bayar dari para borrower selama kurang lebih 5 tahun.

Apa Rahasianya Layanan P2P Lending Bisa Sukses?

0 persen gagal bayar karena Amartha menerapkan Group Lending (kelompok). Dengan adanya sistem yang condong pada syariah tersebut, calon peminjam diwajibkan membentuk kelompok berjumlah 15 hingga 20 orang di wilayahnya.

pinjaman gagal bayar

pinjaman gagal bayar ditekan hingga 0%

Apabila ada anggota peminjam yang tidak dapat melakukan pembayaran maka anggota kelompok lainnya akan melakukan tanggung renteng (urunan) atau yang amartha sebut dengan Dhanapati Fund.

Selain itu, ada keuntungan lain yang diberikan Amartha dengan paltform P2P lending lebih besar dari pada investasi depositoAmartha memberikan imbal hasil yang sesuai sebesar 15 hingga 20 persen per tahun kepada para investornya.

Sistem penilaian risiko di Amartha.com juga memungkinkan investor untuk mengukur besarnya risiko dan memprediksi imbal hasil investasi yang sesuai.

meningkatkan produktivitas usaha

Dengan berinvestasi di marketplace lending Amartha.com, para investor juga akan mendapatkan impact dan makna, yaitu dana investor akan disalurkan sebagai kredit pemodalan bagi pelaku UKM di pedesaan yang belum memiliki akses perbankan.

Lalu bagaimana dengan Investasi deposito?

Investasi Deposito Yang Menguntungkan

Saat anda akan menyasarkan dana ke deposito biasanya, orang akan bertanya dimana tempat deposito paling menguntungkan? atau bagaimana memilih memilih deposito yang tepat?

Pengertian deposito bank

Adalah bunga(pertambahan yang bukan haknya) yang ditawarkan deposito lebih tinggi dari pada tabungan biasa. Secara pengertian umum dapat diartikam, produk deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja.

Sesungguhnya, sama seperti tabungan, deposito bukan produk investasi. “Suatu produk keuangan baru bisa dianggap sebagai suatu investasi jika potensi hasil yang bisa didapat melebihi faktor inflasi,”

Alasan orang melakukan investasi deposito karena konon minim resiko investasi. Deposito sendiri merupakan salah satu dari produk bank yang memberikan bunga(RIBA) cukup tinggi dengan batas waktu penyimpanan berjangka. Yang dimaksud penyimpanan berjangka yaitu uang tidak boleh diambil sebelum habis masa waktunya atau belum jatuh tempo, mulai dari 1, 3, 6, 12 dan 24 bulan.

Jebakan resiko deposito tidak berhenti pada faktor inflasi. Tapi juga pada, semakin besar dan semakin lama Anda menyimpan dana dalam bentuk deposito, maka semakin besar pula bunga yang ditawarkan.

Selain itu, alasan orang  menabung di deposito karena keamanan yang terjamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

Sehingga para nasabah tidak akan khawatir tentang kondisi atau keamanan dari uang yang telah disimpan dengan metode deposito. Alhasil para nasabah yang memilih produk deposito akan tertipu, mendapatkan keuntungan finansial yang tidak seberapa namun terkena dosa RIBA yang minimalnya saja setaraf dengan Zina pada ibu kandung.

Ditambah lagi, tidak banyak yang tau bila investasi deposito memiliki kekurangan, seperti imbal hasil yang rendah dibandingkan jenis investasi yang lain.

Selain itu, melakukan investasi di deposito paling bagus sekalipun tergolong lemah terhadap nilai investasi. Hal ini beralasan, karena meski bunga deposito tinggi, namun akan percuma bila inflasi tinggi.

Sebagai ilustrasinya

Jika saat ini deposito 1 tahun menawarkan bunga sebesar 8%, setelah dipotong pajak bunga, bersihnya menjadi 6,4%. Bila inflasi tahun ini sebesar 9%, maka deposito tidak dapat disebut investasi, karena hasilnya lebih rendah dari inflasi.

Melakukan investasi  deposito anda juga akan dikenakan biaya administrasi yang cukup tinggi, yakni 20 persen dari total bunga yang didapatkan.

Kesimpulannya

Diharapkan dengan adanya sistem credit scoring pada P2P Lending dan pengelolaan resiko investasi yang terukur, pembiayaan dari dana investor dapat mengantarkan pengusaha mikro dan UKM di pedesaan menjadi enterpreneur yang kompetitif di pasar bebas ASEAN. Khususnya dengan amannya dari DOSA RIBA. Semua hal diatas dapat dinikmati dengan memilih investasi P2P lending

Masih memilih investasi deposito? atau beralih ke investasi yang berdampak sosial.

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online dan melepas perilaku sekularisme. Sempat mengelola bisnis export komoditas hasil bumi, saat ini aktif menaungi tim yang menghandle beberapa brand untuk optimasi media online di Biz.deerham.com.