5 Kajian Persiapan Pernikahan dalam Islam Dengan Manhajnya Para Sahabat

kajian sunnah untuk pernikahan dalam islam
 

Kamu sudah butuh menikah? atau bosan ngeJomblo? … Alhamdullilah kalau begitu. Karna dengan menikah selain menyempurnakan setengah agama, sekaligus akan menjaga pandangan bagi pasangannya. Dan bagi mereka para Muslim/Muslimah, meskipun awam tapi tujuannya apalagi kalau bukan Sakinah Mawaddah Warohmah disingkat SAMAWA. Sekarang pertanyaannya “bagaimana bentuk persiapan pernikahan dalam Islam yang On The Track menuju SAMAWA?”

Karena banyak dari Muslim/Muslimah hanya KTP nya saja, tidak merujuk pada bagaimana Rasullulah mencontohkan tapi malah mencontek membabi buta adat turun temurun yang umum dikenal dengan kearifan lokal. Tanpa di-filter! dan ini FATAL sekali. Karena itu ada persiapan sebelum menikah yang perlu dipahami laki laki da wanita. Sebagai berikut

Seperti apa Syarat agar Ta’aruf sesuai syari’at

Tak kenal maka Ta’aruf…

Pada dasarnya makna “Ta’aruf” adalah mengenal, tapi tentu bukan berarti kamu harus berpacaran untuk berkenalan. Syar’iat Islam menyediakan solusi solusi yang terbukti banyak menghasilkan orang orang besar nan mulia.

Bagaimana syarat agar Ta’aruf sesuai Syari’at ?

Cara Ta’aruf sesuai Sunnah dalam Islam

Kuncinya Adab dan 3 konsep dasar dalam agama Islam.

  1. Kenali fisiknya, sebaiknya melihat apa yang baik atau menarik dari calon pasangan kalian. Dengan patokan wajah dan telapak tanggan.
  2. Kenali keluarganya, mengetahui akan seperti apa keturunan kamu kedepanya dapat diproyeksikan dari mengenali keluarganya.
  3. Kenali lingkungan dia hidup, seseorang sesuai dengan agama temannya.

Persiapan sebelum menikah untuk wanita

Belajar sambil jalan atau biasa kita kenal “learning by doing, trial and error”, tidak heran kalau generasi kita akan

Bingung…

Kelabakan…

Galau…

Maklum karena salah jalan ketika mulai menghadapi ujian ujian ditengah pernikahan. Karenanya penting melakukan persiapan sebelum menikah untuk wanita, bukan justru belajar hal mendasar sambil jalan.

Persiapan sebelum menikah untuk laki laki

Untukmu yang sedang dalam penantian, alias belum menikah ataupun yang sanggup melaksanakan sunnah Taadud bisa melihat kajian ustad Firanda yang berikut ini.

Setelah Persiapan Pernikahan dalam Islam sudah sesuai syari’at, laki laki dan perempuan sudah mengetahui apa yang perlu dipersiapkan berikut ada beberapa wasiat untuk para wanita yang nantinya harus siap berbakti pada suami. Istri harus mengetahui mana yang prioritas dan pada perihal apa istri boleh membangkang pada suami.

Persiapan sudah
Wasiat sudah…trus?

Cari pasangan lah. Anggaplah kamu cari pasangan yang seperti ini

A post shared by Tukang_share (@tukang_sharee) on

 

Sekarang kamu bisa memulai taaruf, salah satu yang Deerham rekomendasikan adalah MawaddahIndonesia. Mawaddah Indonesia menyajikan sistem yang paling dekat dengan sunnah / sesuai syari’at dibandigkan website website sejenis lainnya. Hal yang paling menonjol adalah sesuai dengan tata cara Ta’aruf:

  1. Tidak berkhalwat (berdua-duan) dengan seorang wanita tatkala memandangnya. Untuk menjauhi khalwat ketika nazhar, maka ia bisa melihat wanita yang ingin ia pinang ditemani wali si wanita atau jika tidak mampu maka ia bisa bersembunyi dan melihat wanita tersebut di tempat di mana ia sering melalui tempat tersebut.
  2. Hendaknya memandang dengan tanpa syahwat, karena nazhar (memandang) wanita ajnabiyah karena syahwat diharamkan. Selain itu, tujuan dari melihat calon istri adalah untuk mengetahui kondisinya bukan untuk menikmatinya.
  3. Hendaknya ia memiliki prasangka kuat bahwa sang wanita akan menerima lamarannya.
  4. Hendaknya ia memandang kepada apa yang biasanya nampak dari tubuh sang wanita, seperti muka dan telapak tangan.
  5. Hendaknya ia benar-benar bertekad untuk melamar sang wanita. Yaitu hendaknya pandangannya terhadap sang wanita itu merupakan hasil dari keseriusannya untuk maju menemui wali wanita tersebut untuk melamar putri mereka. Adapun jika ia hanya ingin berputar-putar melihat-lihat para wanita satu per satu, maka hal ini tidak diperbolehkan.
  6. Hendaknya sang wanita yang dinazhar tidak berhias, memakai wangi-wangian, memakai celak, atau yang sarana-sarana kecantikan yang lainnya.

Dijelaskan oleh Syekh Utsaimin rahimahullah dalam Syarhul Mumti’ XII/22.

Siap untuk menikah? yuk luruskan niat dan caranya trus gabung di MawaddahIndonesia.com

Arham
Arham
Pemuda Hijrah yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online dan melepas perilaku sekularisme. Sempat mengelola bisnis export komoditas hasil bumi, saat ini aktif menaungi tim yang menghandle beberapa bisnis salah satunya Digital Consulting Biz.deerham.comyang mengelola brand untuk optimasi media online.