Macam macam Investasi Syariah Jangka Panjang Untuk Pemula Di Era Digital Yang Bisa Anda Jadikan Pilihan

macam macam investasi syariah

Di era digital saat ini, dimana persaingan bisnis menjadi sangat ketat kita akan memahami begitu pentingnya memiliki rencana dan memilih salah satu dari bermacam-macam produk investasi jangka panjang yang menguntungkan dan aman. Namun jangan dilupakan, dibalik besarnya pendapatan dari macam macam investasi yang ditawarkan, ada resiko dan bahaya yang harus dikenali lebih dulu.

Dan jangan lupakan juga, apakah anda sudah mahfum dengan dunia investasi atau justru seorang investor pemula?

Oleh sebab itu kita perlu memilih beragam investasi yang dapat menambah penghasilan sekaligus tergolong investasi syariah sehingga terbebas dari RIBA dan mendapatkan berkah.

Karakteristik Investasi Syariah

Berangkat dari kebutuhan diatas kita perlu lebih dulu mengenali macam macam karakteristik Investasi syariah. Berikut kami rangkum beberapa karakteristik penting dari investasi syariah.

Jika anda memilih bank syariah maka sebagai nasabah yang berinvestasi pada produk keuangan syariah tidak akan mendapat keuntungan berupa bunga/RIBA, melainkan persentase bagi hasil (nisbah) dari profit yang diperoleh bank hasil dari manajemen / pengelolaan uang nasabah.

Misalnya, 55 persen keuntungan untuk nasabah dan 45 persen untuk bank.

Berbeda dengan sistem RIBA yang memungkinkan nasabah mengetahui kepastian hasil, pada sistem syariah Anda akan benar benar berinvestasi. Jika pengelolaan uang nasabah mendapatkan keuntungan maka anda pun untung, dan begitu juga sebaliknya jika pengelolaan investasi syariah merugi maka nasabah juga menanggung kerugian.

Dengan model keuangan syariah maka keberkahan / keuntungan dapat dipastikan sementara jika dengan sistem RIBA maka kerugian besar besaran dipastikan akan anda terima meskipun secara cash flow anda untung.

Macam Macam Investasi Syariah

macam macam investasi

produk Investasi syariah untuk investasi yang menguntungkan

Oleh karena itu, bagi Anda yang tidak menjadikan investasi sebagai sebuah pekerjaan, maka alternatif yang tepat adalah memiliki produk investasi jangka panjang yang syariah dan berkah sehingga dapat menjadi nilai tambah dari penghasilan utama Anda.

Berikut kami rangkum macam-macam produk investasi jangka panjang yang bisa menjadi pilihan anda dalam berinvestasi yang menguntungkan:

1. Peer-To-Peer Lending di Amartha

Produk investasi jangka panjang yang pertama adalah Peer-To-Peer Lending. Kadang-kadang disingkat menjadi P2P Lending, adalah praktek meminjamkan uang kepada individu atau bisnis melalui layanan online yang mempertemukan langsung antara pemberi pinjaman dengan peminjam.

Menariknya layanan investasi P2P Lending ini mempertemukan investor dengan banyak peminjam modal usaha, maupun sebaliknya. Dan semuanya bisa dilakukan secara online.

Singkatnya P2P lending adalah bentuk investasi online.

Karena perusahaan pinjaman peer-to-peer lending yang menawarkan layanan ini sepenuhnya beroperasi online, maka mereka dapat berjalan dengan overhead yang lebih rendah dan memberikan pelayanan yang lebih murah daripada lembaga keuangan tradisional.

Akibatnya, pemberi pinjaman akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk investasi yang ditawarkan oleh bank, sementara peminjam dapat meminjam uang dengan bunga yang lebih rendah.

Besaran return of investment yang bisa didapat hingga 20%, jika Anda berinvestasi di Amartha.com.

Sebagai bentuk produk investasi tentu faktor keamanan menjadi salah satu indikator yang perlu ditinjau para investor.

Jika kita mengambil contoh amartha.com maka kita bisa mendapatkan keamanan dalam bentuk sistem group lending (menjamin biaya anda akan kembali) yang terinspirasi dari gramen bank atau sistem investasi syariah.
Anda bisa mempelajari manajemen resiko investasi sebelum memulai berinvestasi

2. Reksa Dana Syariah (Mutual Funds)

Para investor pemula bisa memilih jenis investasi ini.

Alasannya, angka investasi untuk reksa dana syariah dapat diatur dengan kemampuan investor. Selain itu, produk ini juga punya informasi publik yang lengkap. Namun perlu diingat para investor perlu memiliki tujuan dalam berinvestasi di reksa dana syariah. Kapan mau diambil dan berapa besar jumlahnya.

Tingkat pengembalian investasi reksadana syariah bervariasi antara 11-23 persen per tahun. Selain return yang bagus dan lebih adil, harga reksadana syariah relatif lebih stabil.

3. Deposito mudharabah

Tingkat pengembalian wadiah umumnya sekitar 3 persen per tahun, sedangkan tabungan 6-12 persen per tahun, dan deposito 8-15 persen per tahun. Anda tidak akan terkena pemberian bunga berjenjang atau dibebani biaya administrasi ini-itu.

Mudharabah sendiri adalah pengertian dari akad perjanjian antara pengelola modal dengan investor / pemilik modal. Keuntungan dari usaha yang dibagikan nantinya kepada nasabah / investor dan pengelola modal menyesuaikan dengan isi akad perjanjian yang besarannya menyesuaikan dengan tingkat keuntungan bersih.

Oleh sebab itu Itu sebabnya, di bank syariah, tabungan dan deposito masuk kategori investasi, bukan saving. Yang benar-benar saving hanya layanan giro wadiah (titipan).

Secara umum tingkat pengembalian wadiah hanya sekitar 3% tiap tahunnya, sedangkan tabungan mencapai 6% – 12% per tahun dan investasi deposito Mudharabah mencapai 8% – 15% per tahunnya, masih lebih kecil dibandingkan jika anda berinvestasi di peer to peer lending amartha.com

4. Investasi Emas

Emas yang termasuk juga dalam logam mulia merupakan salah satu logam paling berharga dan juga langka dalam kehadirannya dapat diterima oleh kalangan umum.

Emas memiliki sifat mudah untuk dibentuk dan sering digunakan sebagai perhiasan menjadikan emas sebagai alat investasi yang aman dan juga menguntungkan.

Dalam keadaan yang serba tidak menentu, banyak orang beralih dari investasi sebelumnya ke investasi emas, karena emas memang memiliki nilai jual yang lebih stabil dan dianggap sebagai pengganti mata uang tanpa batasan asset yang penting dan aman kapan saja bisa diuangkan saat dibutuhkan.

Nilai tukar US Dollar yang sama dan searah dengan emas, membuat investor beralih untuk berinvestasi ke emas dengan keuntungan yang berlipat ganda apabila harga jual beli emas sedang mengalami pelonjakan naik.

Namun dibalik beragam keuntungan investasi emas, masih terdapat kekurangan produk investasi emas adalah kurang pas untuk investasi jangka pendek.

Misalnya sulit dalam penyimpanan karena rawan hilang, karena itu investasi dalam bentuk emas termasuk kategori investasi pasif, karena hanya akan mendapat keuntungan apabila harga emas naik.

Hal ini tidak lain karena penggunaan emas belum dipergunakan sebagai alat tukar sebagaimana seharusnya.

5. Asuransi Syariah

Jika pada asuransi konvensional, para nasabah membeli perlindungan dari perusahaan asuransi, dan premi yang dibayarkan menjadi milik perusahaan asuransi. Klaim pembayaran diambil dari rekening dana perusahaan asuransi.

Sedangkan pada asuransi syariah, premi yang dibayar tetap milik nasabah, dan dana yang terkumpul merupakan milik seluruh peserta asuransi. Dalam asuransi syariah, perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola dana para nasabah ke dalam produk investasi yang halal dan nantinya prodit akan dibagi sesuai nisbah yang disepakati bersama.

Di asuransi syariah ini para nasabah akan mengikatkan diri untuk tolong menolong apabila ada yang mengalami musibah. Oleh sebab itu, pada asuransi syariah, ada pos yang dikenal dengan rekening dana kebajikan, yang diambil dari sebagian premi para nasabah, dan sejak awal sudah diikhlaskan oleh peserta kepada peserta lain yang mendapat musibah. Sesuai dengan akadnya

Kesimpulannya, sebagai investor yang cerdas pilih lah yang condong atau berjalan dijalur investasi syariah.

Berinvestasi di produk syariah tak dibatasi. Seorang pemula pun bisa ikut serta menanamkan modalnya di produk keuangan ini. Ambil contoh, bagaimana Amartha membuka peluang bagi investor pemula dengan produk investasi perorangan yang bisa dimulai dengan 3 juta rupiah.

Siap menjadi investor? Ayo mulai berinvestasi sekarang juga.

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online dan melepas perilaku sekularisme. Sempat mengelola bisnis export komoditas hasil bumi, saat ini aktif menaungi tim yang menghandle beberapa brand untuk optimasi media online di Biz.deerham.com.