Inovasi Ilmuwan Muslim Yang Mengubah Dunia

ilmuwan muslim al haytam

“Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajarkan (manusia) dengan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS: Al Alaq, 3 – 5).

Sebuah anugerah ketika Al – Quran diturunkan sebagai kitab suci Umat Islam. Didalamnya terkandung bukan hanya sebagai petunjuk saja untuk mendapatkan ridha Allah, tapi didalamnya juga terdapat kandungan sains yang sangat tinggi.

Hal tersebut membuat banyak orang – orang muslim yang menyumbangkan inovasinya dalam peradaban manusia. Dan sumbangsih tersebut juga banyak diakui oleh dunia barat. Sebut saja, Ibnu Sina dan Khawarij, dua orang ilmuan muslim yang karya – karyanya banyak menjadi referensi bagi dunia hingga sekarang ini.

Tapi, seiring perkembangan zaman, sumbangsih para inovator muslim ini sudah banyak terlupakan masyarakat dunia, bahkan khususnya umat muslim sengaja dibuat lupa lewat berbagai cara. Sebenarnya masih banyak para inovator muslim yang inovasi berhasil mengubah peradaban dunia.

Berikut lima inovasi ilmuwan muslim yang mengubah peradaban dunia:

1. Ilmu Al-Jabar

Dahulu masyarakat kita di Indonesia terbiasa menyebut al-jabr, kini kita dibiasakan menyebut matematika. Matematika merupakan mata pelajaran yang mayoritas dibenci oleh para siswa. Tapi sebenarnya temuan Aljabar ini merupakan salah satu kontribusi terbesar dari zaman keemasan Islam.

Aljabar sendiri dikembangkan oleh seorang  ilmuwan besar dan ahli matematika asal Persia dan Irak yang bernama Muhammad ibnMusa al-Khawarizmi yang lahir antara 780-850 masehi.

Dalam Al-Kitab al-mukhtaar fi isab al-jabr wa-l-muqabala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing), Khawarizmi menyusun empat prinsip dasar persamaan aljabar.

kata “al-jabr”, yang ada didalam judul buku itu berarti “selesai”. Awalnya, kelahiran aljabar hanya dipakai untuk memecahkan masalah dunia nyata seperti perhitungan zakat dan pembagian warisan.

Kemudian, pada tahun 1.000 – 1100 masehi, buku karya Khawarizmi ini diterjemahkan kedalam bahasa Latin. Karya ilmuwan muslim ini lebih dikenal dengan sebutan algoritma. Mungkin, tanpa temuan dari Khawarizmi, aplikasi modern matematika seperti di bidang teknik mungkin takkan pernah ada.

2. Minuman Kopi

Hampir diseluruh dunia, kopi merupakan minuman yang biasa dinikmati sebagai teman mengobrol. Malah sekarang ini kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban yang tinggal didaerha perkotaan. Sayangnya, tak banyak orang tahu jika kopi adalah minuman khusus temuan para umat muslim.

Menurut catatan sejarah, kopi pertama kali populer sebagai minuman khusus orang Yaman pada tahun 1.400 masehi. Sejumlah warung khusus menawarakan kopi bermunculan di kota muslim seperti Kairo, Istanbul, Damaskus, dan Baghad. Dari kota muslim inilah kopi menyebar ke belahan negara Eropa melalui kota pelabuhan Venisia.

Meski awalnya kopi dinikmati sebagai minuman orang Islam, tapi oleh otoritas katholik, kopi menjadi bagian dari budaya Eropa.

3. Madrasah / Sekolahan

Pada bidang pendidikan, umat muslim juga menghasilkan sebuah karya yang berperan besar dalam peradaban manusia. Di awal berdirinya Islam, masjid berperan ganda sebagai tempat ibadah dan sekolah.

Seiring dengan membesarnya umat Islam, para pendidik membutuhkan lembaga formal pendidikan bagi anak-anak. Kemudian tercetus nama Madrasah dipakai untuk lembaga formal itu.

Madrasah formal yang pertama berdiri adalah al-Karaouine yang dibangun pada 859 M oleh Fatima al-Fihri di Fes, Marok. Sekolah ini bisa menarik perhatian dari anak didik dari Afrika Utara.

Pada madrasah tersebut juga diperkenalkan konsep ijazah sebagai bukti kelulusan seorang murid yang dianggap telah mengerti dan menguasai materi pendidian

4. Marching Band

Siapa sangka konsep Marching Band lahir dari dunia muslim, sebagai sebuah bagian dari pasukan elite Jannisarry dari kerajaan Ottoman.

Oleh kerajaan itu, sebuah tim marching sengaja dibentuk untuk memainkan musik dengan keras di sebuah laga pertempuran. Tujuannya untuk menakuti musuh secara psikologis sekaligus memompa semangat para prajurit.

Kemudian konsep tim marching militer tersebut ditiru oleh pasukan kristen Eropa untuk menakuti para musuhnya. Sebuah kisah mengabarkan, usai kerajaan Ottoman takluk pada 1683, pasukan muslim meninggalkan lusinan peralatan muslim dalam markasnya

5. Fotografi

Sulit membayangkan jika dunia tanpa fotografi. Kemana orang akan mengabadikan moment – moment penting hidupnya?  Praktik ini mungkin takkan bisa ditemui pada abad XII. Sampai Ibn al-Haytham, seorang ilmuwan muslim mengembangkan konsep titik cahaya sekaligus untuk pertama kalinya menggambarkan cara kerja dari kamera.

Pada awal 1.000 M, Ibnu Al-Haytham merupakan salah satu ilmuwan besar yang bekerja pada pusat Kerajaan Kairo. Al-Haytham merupakan ilmuwan pertama yang menyadari jika sebuah lubang kecil ditempatkan disebuah kotak bercahaya, bayangnya dari cahaya yang keluar dari gambar diproyeksikan melalui lubang tersebut dan menciptakan gambar di dinding.

Dalam penelitiannya tersebut, dia menyadari semakin kecil lubang cahaya, maka akan semakin tajam kualitas gambar yang muncul.

Mungkin tanpa temuan al-Khaytam ini takkan ada yang namanya kamera modern yang bisa digenggam masyarakat era digital seperti saat ini.

Itulah beberapa inovasi yang dibuat oleh Umat Muslim. Sebenarnya masih banyak lagi inovasi – inovasi yang berasal dari peradaban Islam. Jadi, sudah sepantasnya kita bangga sebagai seorang Muslim karena inovasi tersebut berhasil mengubah peradaban dunia.

Dan sebagai seorang Muslim yang baik, janganlah kita memanfaatkan temuan dan inovasi tersebut untuk melakukan perbuatan yang tercela. Karena pasti para inovator Muslim tersebut membuatnya agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

Semoga apa yang ditulis ini bisa merubah cara pandang Anda dalam melihat perkembangan dunia ini.

Bobby Afif
Bobby Afif
25/02/91, S.Kom, Twitter : @bobbyafif, Phone : 085694523971, Depok.