Cara Menghitung Statistik Situs Toko Online

mengukur situs toko online

Apa anda termasuk yang baru mulai menjajal bisnis online? jika ia, ngak ada salahnya memulai dari membangun situs toko online. Kalau sudah dibangun, sekarang tinggal bagaimana meningkatkan traffic situs toko online sembari memahami cara menghitung statistik situs toko online.

Sebelum meningkatkan traffic pada sebuah situs bisnis online-nya, sebaiknya seorang penjual mengenal indikator traffic dan mengetahui lebih dulu traffic yang ada saat ini.

Dengan cara seperti itu, kita bisa mengukur sejauh mana situs telah berkembang dan akan lebih mudah memperkirakan langkah apa selanjutnya untuk meningkatkan traffic. Kemudian, indikator apa saja yang sebaiknya diukur pemiliki toko online?

Charlie Gunningham, pemilik portal bisnis online real estate sejak tahun 1999, yakni AussieHome.com, mengatakan ada beberapa hal yang bisa diukur untuk melihat kesuksesan traffic sebuah situs, diantaranya :

1. Pages per visit

Berarti menunjukkan berapa banyak halaman yang diakses oleh pengunjung dalam satu kali kunjungan ke sebuah situs. Semakin banyak seorang pengunjung menekan tombol next page, maka semakin banyak pula jumlah atau data statistik pages per visit yang didapatkan. Hal tersebut bisa memberikan keuntungan besar bagi pengiklan di sebuah situs.

Alasannya, semakin banyak halaman yang diakses dari sebuah situs, maka iklan yang dipasang di halaman tersebut makin banyak dilihat.

2. Time per visit

Time per visit biasa dijadikan indikator kualitas kunjungan, menunjukkan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh seorang pengunjung dalam satu kali kunjungan ke sebuah situs. Bisa jadi pengunjung sangat tertarik dengan konten yang disediakan oleh pemilik situs sehingga ia betah untuk menghabiskan waktu yang cukup lama dalam situs itu. Tapi, hati – hati, durasi kunjungan yang lama dapat juga disebabkan oleh loading page yang berat.

Indikator “Time per visit” untuk website toko online, marketplace, ataupun web adsense tentu memiliki standard berbeda. Ada yang lebih lama lebih baik, ada pula yang tidak terlalu lama akan lebih baik.

3. Hits

Secara teknis, hits dihitung setiap ada permintaan ke web server. Baik itu gambar, teks, maupun file lainnya. Sehingga, jumlah hits akan lebih besar dibanding page views, visits, dan unique visits.

Beberapa situs online memasang papan statistik untuk menunjukkan nominal berapa kali situs itu di hits oleh pengunjung. Tapi, hits tidak sama dengan pengunjung. Dengan kata lain, seorang pengunjung bisa menghasilkan lebih dari satu buah hits.

Untuk indikator ini, saya sarankan abaikan saja.

4. Pageview

Sederhananya, pageview berarti satu tampilan halaman. Jika hits dihitung dari keseluruhan elemen yang ada di dalam sebuah situs, pageviews dihitung per satu halaman. Indikator pageview disini berkaitan juga dengan “page per visit”, selain itu semakin tinggi pageview maka engagement dan Alexa Rank pun akan semakin baik.

Sekadar informasi tambahan, dengan Alexa Rank yang baik maka suatu website akan berpotensi didatangi investor meskipun sebenarnya Alexa Rank tidak sebaik Google Analytic dalam pengukurannya.

5. Unique visitors

Sebuah perangkat analisis macam Google Analytics bisa menghitung berapa banyak orang yang mengakses sebuah situs. Yang dihitung adalah orangnya, bukan kunjungannya. Alasannya, perangkat analisis tersebut menghitung berdasarkan IP Address. Jadi, walaupun seseorang mengakses sebuah situs beberapa kali dalam satu hari, kunjungan orang tersebut tetap dihitung “satu orang”.

6. Direct traffic

Direct traffic digunakan untuk menunjukkan data statistik dari orang-orang yang langsung mengetikkan alamat situs Anda di kolom alamat pada browser mereka. Biasanya, orang – orang ini termasuk pengguna yang kenal dengan bisnis Anda dan bertujuan untuk mencari informasi tertentu dari situs Anda.

7. Search traffic

Besaran statistik “search traffic” menunjukkan kata kunci apa yang paling banyak membawa pengunjung ke situs toko online Anda. Sejauh pengalaman saya menangani klien termasuk meng-arsiteki Growth hack Bukalapak.com, semakin banyak jumlah keyword yang masuk maka semakin besar pula traffic yang datang.

Dari data statistik tersebut, pemilik toko online bisa mengamati kata kunci apa yang paling tepat untuk digunakan pada toko online-nya sehingga toko online-nya dapat ‘tersangkut’ di halaman awal mesin pencari Google. Karena perlu kata kunci yang tepat dan relevan untuk dapat mendongkrang peringkat website Anda di mesin pencari Google.

8. Referral traffic

Traffic jenis ini berasal dari situs lain. Misalnya, Facebook, Twitter, situs berita, atau forum seperti kaskus. Artinya, seorang pengunjung datang ke situs Anda karena meng-click sebuah link dari media-media tersebut. Dari data ini, Anda bisa melihat, situs mana yang paling banyak mengundang pengunjung untuk datang ke situs Anda.

Misalnya, situs marketplace lokal Bukalapak.com banyak dikunjungi oleh kaskuser yang mengakses link dari lapak FJB kaskus. Berarti, Kaskus bisa jadi sarana efektif untuk mendatangkan pengunjung ke situs bukalapak.com. Selanjutnya, Anda bisa mengatur strategi mengoptimalkan refferal search tehnik sebagai bagian dari growth hack marketing.

Bobby Afif
Bobby Afif
25/02/91, S.Kom, Twitter : @bobbyafif, Phone : 085694523971, Depok.