Buzzer Ahok Kewalahan Melawan Pertolongan Allah dan Fakta

buzzer-ahok

Hal yang menjadi pelajaran pertama dari Pilkada DKI Jakarta adalah masih terbukanya peluang Indonesia, khususnya jakarta buat menjadi negeri yang Baladun Thayyibatun Ghofur. Sebab masih cukup banyak kaum muslim yang memegang sila pertama pancasila. Ketuhanan yang maha esa. Ngak heran Pertolongan Allah datang disaat yang tepat.

Sementara itu…tempat yang lain

Dian Paramita sesenggukan dikamarnya. Matanya nanar tidak dapat lepas dari layar iPhone menyaksikan video pidato kekalahan memalukan yang secara telak menohok “Ahok” Basuki Tjahaja Purnama.

Raungan tangisnya mereda sejenak setelah video usai, namun tidak perlu waktu lama, tangisnya kembali mendera saat membaca berita kekalahan memalukan sang jagoan di Pilkada DKI Jakarta. Meskipun belum resmi.

Berdasarkan hasil quick count berbagai lembaga survei, Ahok terpaut jauh dengan kompetitornya Anies Baswedan, selisihnya di atas 9+ persen. Padahal cara kerja buzzer ahok sudah sedemikian sistematis menggoreng opini dan mengangkat kinerja positif ahok di DKI Jakarta.

Cara Kerja Sistematis Buzzer Ahok Membangun Opini

Pernah terbayang bagaimana cara kerja buzzer diruang politik? ..

Caranya beragam, tapi sebagai ilustrasi kita bisa melihat bagaimana cara kerja Mimit, sapaan Dian paramita ketika menjadi Buzzer Ahok.

Dian Paramita (Mimit), adalah pendukung Ahok yang memiliki pengaruh di medsos. Dimasa Pilkada yang berjalan selama enam bulan terakhir, Mimit kerap mengampanyekan hasil kerja Ahok di Jakarta. Bahkan Ia juga pernah rela seharian mengikuti kegiatan Ahok kemudian menulis pengalaman itu di blognya. Tak lupa dengan optimasi foto makan bareng Ahok.

Aktivitas Mimit menjadi buzzer Ahok bermula dari pertemuannya dalam satu jamuan makan malam di kediaman Ahok, Maret 2016. Dikatakan Mimit “Pertemuan itu hanya ngobrol saja, Pak Ahok tidak minta didukung. Ini kesadaran saya sendiri mendukung, karena saya tahu Pak Ahok itu orang baik, yang lebih memilih bekerja sebagai cara kampanye.”

Walhasil sejak itu, Mimit semakin rajin mengcounter isu-isu yang merugikan Ahok di media sosial. Disini Mimit meluangkan waktunya untuk mempelajari beragam materi soal kasus penggusuran, kasus reklamasi, hingga kasus penistaan agama, lalu kemudian menggorengnya menjadi serangan balik di media sosial.

Hal macam ini bukan hanya dilakukan Mimit. Ada banyak influencer/Buzzer lain yang ikut melakukannya. Seperti Jokoanwar dan seleb ibukota lainnya.

Model kampanye yang sering mereka lakukan adalah menunjukkan klaim hasil kerja nyata Ahok melalui foto, video, dan cerita. “Contohnya sungai, kita foto before dan after. Dulu kotor, setelah Ahok jadi gubernur, bersih,”

Menilik Pergerakan Pasukan Jasmev dengan Social Network Analysis (SNA)

Selain influencer seperti Mimit dan Joko, Tim Ahok-Djarot juga memiliki pasukan khusus yang aktif di dunia maya. Pasukan itu dinamai Jakarta Ahok Social Media Volunteers (Jasmev). Kerjaannya mirip dengan Mimit dan Joko, mereka sibuk menggoreng isu dan membangun opini positif. Khususnya semenjak kebenaran fakta penistaan Agama memang benar benar terjadi dan tidak dapat dibantah.

Buzzer ahok

Mbak Tika ini nunggu perintah untuk Dukung Ahok di Medsos

Terungkap beberapa data yang terkait dengan buzzer ahok kontra aksi damai 411 dari seorang pakar Big Data, Co-Founder Awesometrics bernama Pak Ismail Fahmi. Btw, saya akan coba bahas satu persatu. Kalau dirasa berat, tenang aja karna ngak akan seberat diputusin tanpa kabar kok..

Oke, mari dimulai

Data-data di bawah direkam sebelum aksi damai 4 November 2016, data diambil tanggal 31 Oktober 2016. Sumber dari Twitter dengan keyword: “demo 4 november” or “demo 4 nopember“. Software: powered by Perl.

Data Pertama: Mengetahui Propaganda dan Pembicaraan Tentang Demo 4 November 2016 di media sosial.

buzzer ahok

All the universe of the conversation. Aneh lho, Ternyata isu demo gak terlalu ramai di socmed. Hanya segelintir buzzer yg meramaikan, kemudian diretweet oleh followernya

 

cara kerja buzzer ahok

Ada Tiga buzzers yang Dua diantaranya berbagi ‘followers’

 

cara kerja buzzer ahok

Seperti ini Persepsi yang dibangun di sosmed

 

Data Kedua: Mengetahui Kubu Pro, Netral, dan Kontra Aksi 411.

Data-data pertama masih diambil dengan keyword “demo 4 november” or “demo 4 nopember” sehingga baru terlihat kubu kontra aksi, belum terlihat mana kubu pro aksi dan netral. ketika Ditambahkan keyword: “Bela Islam”, muncullah peta data dari kubu pro aksi dan netral. Dan, berikut penampakan SNA (Social Network Analysis) nya:

Cara kerja buzzer ahok

JEGER!!.! Terlihatlah kubu pro aksi, kontra aksi, dan netral.

 

Oke, kalau kamu binging berikut sedikit penjelasannya.

Yang dikiri gambar adalah kubu pro aksi 411, ya kamu bisa liat ada @maspiyungan, @DPP_FPI, @syihabrizieq, dan lainnya. Tengah adalah kubu netral dan mantabnya adalah detikcom. Kanan gambar kubu kontra aksi 411, dan yang paling gede @ulinyusron, @sahaL_AS, @kurawa, @PartaiSocmed dan lainnya.

Mungkin banyak diantara kamu yang sudah bertanya tanya tentang arti warna, garis, dan titik-titik di atas, yuk kita bedah

Warna hijau dan merah menunjukkan sentimen negatif dan positif (namun di SNA ini sentimen tidak diset akurat). Lalu titik-titik dan garis-garis itu apa yah? nah disitu yang serunya.

Kita tengok dulu opinion leadernya

cara kerja buzzer di pilkada

Ini dia Top 5 akun yang memiliki engagements tertinggi.

 

Nah bagian yang seru ada disini nih.

Data ketiga: Mendeteksi Robotnya Para Buzzer Ahok.

Sudah rahasia mum, kalau di dunia media sosial apalagi yang berhubungan dengan ‘kepentingan’ pasti ada permainan para robot atau biasa disebut bots.

Kita dapat mendeteksi bots yang digunakan para buzzers atau top influencers. Bots tujuannya untuk meningkatkan amplifikasi secara cepat dan masif, menurut prediksi Pak Ismail Fahmi hampir semua yang barlabel top influencers gandrung memanfaatkan jasa robot.

Oia, biar gak salah kaprah, buzzer itu bukan konotasi yang negatif ya, banyak banget kok buzzer yang baik. Buzzer yang menolak dibayar untuk kampanye rokok, alkohol, pembuat tahan lama, dan pemanjang.

Nah, sekarang kita lihat pertarungan antar robot.

Mengenal robot buzzer ahok

Coba bandingkan beda real user dan robot, paham dimana bedanya?

Belom tau bedanya? yuk kita zoom

cara kerja buzzer ahok

Banyak banget lho robotnya, cek yuk punya siapa

Dari pola pola interaksinya sih user dalam lingkaran putus-putus itu adalah robot. Sekaligus, jika entitas itu robot maka dia akan membuat pola yang sama dan teratur. Coba perhatikan deh, titik-titik di atas teratur banget kan, alasannya gak lain dan gak bukan karena dia memakai pola logika robot.

Ciri-ciri real user:

  • Gak punya pola retweet tertentu. Bisa meretweet, membalas siapapun.
  • Aktif dalam engagement dan percakapan.
  • Gak mojok sendirian.

Ciri-ciri robot:

  • Menjalankan perintah tuannya saja.
  • Gak aktif, gak punya inisiatif.
  • Gak ikut aktif dalam pembicaraan, hanya meretweet target-target tertentu saja

Nah dari dari SNA diatas sudah bisa dinilai kan, kelompok mana yang lebih banyak dukungannya. Dukungan robot maksudnya.

Buzzer Ahok Kelimpungan Melawan Fakta dan Pertolongan Allah

Hariadhi, penggiat Jasmev, mengklaim sampai pencoblosan putaran kedua kemarin, mereka setidaknya memiliki 200 ribu pasukan sukarela yang gentayangan di dunia maya. Dan oia, jangan lupa belum termasuk RO(BOT).

Pasukan Jasmev bekerja lebih massif ketimbang pasukan siber bentukan Anies-Sandi. Pasukan cyber Anies-Sandiaga hanya 25 orang, sementara menurut Reiza Patters yang punya akun Twitter dengan 11,5 ribu pengikut (per 21 April). Kubu paslon 3 ini pun ada komedian tunggal Pandji Pragiwaksono (1,02 juta pengikut per 21 April).

Dua puluh lima orang itu khusus operator saja. Kalau riset data, isu, dan desain sama foto video sudah ada sendiri. Selebihnya organik,” ujar Reiza

Surprise, Meski dari kekuatan jumlah kalah telak, bukan berarti Tim Anies-Sandi kalas.

Mereka justru mendapatkan pertolongan Allah disaat yang tepat, mereka berhasil memutihkan ibukota karena para buzzer Ahok kepayahan menghadapi fakta penistaan agama yang sudah terlanjur terang benderang, terlebih sejak datangnya DZN (Dr. Zakir Naik).

Fakta yang menohok hati para buzzer ahok dan tim Jasmev adalah lebih banyak pemilih Anies-Sandi berdasarkan akses media ketimbang pendukung Ahok-Djarot.

cara kerja buzzer ahok

Perbandingan konsumsi media, pendukung ahok atau pendukung Anies-Sandi

Seperti kita tau, padahal penguasa konten di media sosial didominasi buzzer ahok dan Jasmev.

Bagaimana pengaruh isu penistaan Al-Maidah:51

Meskipun beragam cara berita digoreng-dibolak balik bahkan ada duggan kuat tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah digembosi. Tampak jelas mengulur pembacaan tuntutan, tapi apaboleh buat, pertolongan Allah pasti datang.

Meskipun sudah coba meredam dengan berbagai cara, namun fakta yang terpapar di media sosial kepada Ahok tetap sulit ditangkal. Perjalanan kasus Ahok tersebut tetap saja membuat para buzzer Ahok keteteran, klaim mereka

Taktik menunjukkan kinerja Ahok, akhirnya tampak cuma BASIAN saja.

Walhasil…

Saban kali para buzzer ahok merasa bisa meredakan tuduhan-tuduhan anti-Islam, kejadian di lapangan justu sebaliknya: Hati Ummat Islam malah semakin disatukan dan dikuatkan, yang kemudian diimplementasikan lewat aksi damai yang terus digelar buat mengawal Ahok. Hal ini justru semakin membuat terang posisi Ahok di media sosial.

Dari studi Pilkada ini dapat diambil hikmah, seberapapun besarnya konten yang ditebar, namun jika mengajak pemilih untuk mengkhianati Pancasila sila pertama (agama) otomatis gorengan berita selihai apapun akan mentah. Walhasil Kekalahan Ahok menjadi terasa lebih pahit.

Selamat menempuh Jakarta baru (6 bulan lagi).

Oiya, sekali lagi terimakasih untuk Pak Ismail Fahmi dan Tim Semut Ibrahim yang sudah berbagi data.

Bobby Afif
Bobby Afif
25/02/91, S.Kom, Twitter : @bobbyafif, Phone : 085694523971, Depok.